Kotak Diskusi

Paham Brand Awareness, Bisnis Jadi Luas

Paham Brand Awareness, Bisnis Jadi Luas

Perkembangan ekonomi yang ada di Indonesia menunjukkan semakin banyaknya produk-produk baru yang muncul untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Bahkan, untuk satu jenis barang saja, konsumen dihadapkan dengan berbagai macam merek.

Misalnya produk minuman yg paling sering kamu temui saat ini, yaitu es kopi gulan aren. Kamu pasti bisa menyebutkan lebih dari 5 kedai yang menjual produk yang sama. Lalu pertanyaannya, merek mana yang akan dipilih oleh konsumen? Jika kamu adalah pemain yang ikut terlibat dalam menjual produk yang sama, bagaimana agar orang mau membeli produk kamu?

Nah, dari pertanyaan di atas, ada satu hal penting yang perlu dicermati terlebih dahulu. Setiap konsumen bisa membeli produk, karena dia tau dan kenal dengan produk tersebut. Ada satu ilmu penting yang perlu kamu tahu agar produk yang kamu jual dapat dikenal, yaitu “brand awareness”.

Apa sih Brand Awareness?

Menurut Husein Lubis et al (2019), konsumen yang menganggap suatu barang punya kualitas sesuai dengan ekspektasinya pasti melalui tahap brand awareness. Sedangkan menurut Kartajaya dan Kotler (2019), konsumen memiliki customer path sebelum memutuskan untuk membeli sebuah produk, zaman semakin berkembang dan semakin canggih namun ada satu yang tidak berubah dalam customer path yaitu aware, kamu harus bisa membuat konsumen aware pada merek kamu.

Sebenarnya apa sih brand awareness?Brand awareness adalah kemampuan calon pembeli untuk mengenali dan mengingat bahwa suatu merek adalah bagian dari kategori produk tertentu. Contohnya, kamu mau beli minuman botol dingin yang isinya teh, kira-kira merek apa yang duluan ada di pikiran kamu? Nah, saat kamu mengingat-ingat adalah bagaimana brand awareness bekerja. Merek tersebut secara spontan akan muncul di pikiran kamu ketika kamu menginginkan seuatu.

Tingkatan Dalam Brand Awareness

Menurut David Aaker, terdapat 4 tingkatan dalam brand awareness, yaitu:

Unaware of Brand

Unaware of brand adalah tingkatan dasar, konsumen sama sekali tidak mengenali merek kamu. Konsumen hanya kenal pada merek lain yang sudah familiar di ingatan mereka.

Brand Recognition (Aided Recall)

Pada tingkatan ini, konsumen masih tidak terlalu mengenali merek kamu. Kamu perlu membantu mereka dengan clue untuk mengingat tentang merek kamu. Contoh pada kasus air mineral, ketika ditanya “merek apa yang konsumen ingat ketika mendengar air mineral?”, maka mayoritas jawaban konsumen adalah aqua, le minerale dan ades. Mereka tidak menyebutkan merek kamu. Namun, ketika kamu membantu konsumen dengan sedikit clue, seperti berwarna orange dan memiliki bentuk yang khas, maka orang baru akan ingat bahwa merek kamu adalah CLEO.

Brand Recall

Pada kategori ini konsumen telah mampu mengingat merek kamu dan menyebutkannya ketika mereka dihadapakan pada sebuah produk. Masih contoh yang sama tentang air mineral, ketika seorang konsumen ingin membeli sebotol air mineral, dia sudah memikirkan beberapa merek yaitu aqua, le minerale, club dan cleo. Maka merek kamu (CLEO) sudah masuk pada kategori brand recall.

Top of Mind

Top of mind adalah tingkatan paling tinggi dalam brand awareness. Konsumen selalu mengingat merek kamu yang paling awal muncul di pikiran mereka. Jika kamu telah memiliki merek yang berada pada kategori ini, selamat produk kamu akan laku keras.

Piramida Brand Awareness (sumber: Manajemen Ekuitas Merek (David Aaker)

Mengukur Brand Awareness

Di salah satu lembaga survei yang ada di Indonesia (Top Brand) menggunakan beberapa indikator penilaian termasuk top of mind konsumen pada sebuah merek. Sebagai pelaku usaha, kamu pasti akan berusaha untuk mencapai tingkatan top of mind dalam brand awareness. Sebelum lebih jauh menargetkan masuk dalam Top Brand Award. Ada baiknya kamu mengetahui posisi merek kamu saat ini. Kamu dapat melakukan survey kepada calon konsumen baik secara langsung (wawancara) ataupun melalui kuesioner.

Pertama, kamu dapat meminta tolong kepada responden/konsumen (orang yang di survey) untuk menyebutkan merek sebanyak-banyaknya pada kategori produk tertentu. Kedua, kamu dapat menyebutkan nama merek kamu, dan meminta responden untuk menjawab apa saja yang mereka ketahui tentang merek kamu. Cara pertama adalah fokus pada brand recall, sedangkan cara kedua lebih mengarah pada brand recognition.

Posisi brand awareness dapat diukur kedalamannya dan luas cakupannya (Chi et al, 2009). Setelah mengetahui posisi merek kamu di pikiran konsumen. Kamu perlu merumuskan strategi berikutnya agar tingkatan merek kamu terus naik dan jumlah konsumen yang kenal dengan merek kamu akan semakin banyak. Ada beberapa cara yang bisa kamu gunakan untuk meningkatkan brand awareness. Cari tahu cara tersebut di artikel lain yang telah disediakan oleh LatihID. Maju Terus UKM Indonesia!


Referensi

Aaker. D. (2017). Manajemen Ekuitas Merek. Penerbit Mitra Utama

Chi, H. K., Yeh, H. R., and Yang, Y. T. (2009). The Impact of Brand Awareness on Consumer Purchase Intention: The Mediating Effect of Perceived Quality and Brand Loyalty. The Journal of International Management Studies. Volume 4, Number 1.

Husein Lubis, M., R. (2018) Understanding Customer Purchase Intention of IT Product on Indonesia. Asia-Pacific Management and Business Application. 109-122

Kotler. P., Kartajaya. H., Setiawan. I. (2019). Marketing 4.0: Bergerak dari Tradisional ke Digital. Gramedia Pustaka Utama

https://www.topbrand-award.com/metodologi-survei/https://lifestyle.okezone.com/read/2019/10/11/298/2115704/tips-bikin-es-kopi-susu-gula-aren-ala-coffee-shop

Leave a Comment

Your email address will not be published.